Tampilkan postingan dengan label Arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arsitektur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, April 04, 2009

Oh Kota, Beri Kami Ruang..

Pernahkah anda memperhatikan perkembangan kota dimana anda tinggal ?
Pembangunan di daerah perkotaan..
selalu menunjukan perkembangan yang pesat…



Hari ini anda makan di warung favorit di pinggir jalan
Mungkin minggu depan anda kebingungan mencari warung itu
Karena tempatnya sudah dikelilingi pagar seng setinggi dua meter
kabarnya di lokasi itu akan dibangun sebuah kantor berlantai tiga..


Mungkin anda pernah merasa kehilangan nostalgia..
Karena sekolah dimana dulu kita tinggal..
Kini telah bersalin rupa menjadi bangunan supermall yang mewah.

Ya.. kondisi ini terjadi karena perkotaan dipandang
sebagai lokasi yang paling efisien dan efektif
untuk menjalankan kegiatan-kegiatan produktif dan roda perekonomian..
Kenyataan ini di satu sisi menyebabkan pesatnya laju pembangunan fisik.
Di sisi lain menakibatkan penurunan kualitas lingkungan kota.


Penurunan Kualitas Lingkungan Kota ??
Seberapa sering anda kepanasan ketika berjalan di trotoar kota?
Seberapa sering anda harus berjalan miring di trotoar karena harus berbagi ruang dengan pedagang kaki lima dan pejalan kaki lainnya?
Pernahkah anda melihat orang dengan kursi roda di trotoar kota?
Seberapa semerawutnya bangunan atau pertokoan di pinggir jalan?
Seberapa tumpang tindihnya papan reklame di jalan-jalan kota anda?
Dan pernahkah anda merindukan sebuah tempat di tengah kota..
yang nyaman dengan taman yang tertata indah dan alami..
Dimana kita berekreasi bersama keluarga, berinteraksi,
Atau bahkan hanya sekedar bersantai,
duduk-duduk sambil menikmati suasana sore..

Saya sendiri punya kerinduan yang besar untuk menikmati hal itu..

Penurunan kualitas lingkungan terutama disebabkan pertumbuhan fisik kota tidak seimbang dengan keberadaan kawasan ruang terbuka kota.
Pada akhirnya timbul dilema antara kebutuhan ruang yang semakin luas dengan ketersediaan ruang terbuka yang terbatas dan semakin berkurang.

Indikatornya adalah permasalahan yang sering kita lihat dan alami sehari-hari….misalnya…
Bangunan didirikan terlalu dekat atau menempel ke badan jalan, mengambil jalur hijau, atau bangunan didirikan di atas badan saluran air.
Kurangnya pepohonan, taman, serta ruang terbuka publik hijau sebagai paru-paru kota, menjadikan kota kita terasa sumpek, panas, dan kurang nyaman..

Jalur pedestrian atau koridor pejalan kaki yang kurang terlindungi dan tidak menerus (kadang berebut ruang dengan pedagang dan area parker) juga mengurangi keamanan dan kenyamanan berjalan kaki.

Selain itu, masih terdapat hambatan bagi mereka yang memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu (diffable), misalnya pengguna kursi roda atau kaum tuna netra.

Kurang tertatanya elemen lansekap pada ruang publik.
Yang termasuk elemen lansekap ruang terbuka kota misalnya: tempat duduk, taman dan pot bunga, lampu pedestrian, halte atau perhentian kendaraan umum, penanda kota seperti tugu, atau landmark lainnya, dll.
Atau bahkan sama sekali tidak anda dapati di kota anda?

Tanggungjawab siapa ?
Ya… itu adalah segudang permasalahan yang kita alami sebagai warga.
Pemerintah kota yang berwawasan akan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dengan keberadaan ruang terbuka publik dan area hijau (sebagai paru-paru kota) sangat berperan dalam menentukan wajah kota.

Tetapi perencanaan dan realisasi dari penataan ruang terbuka dan ruang hijau kota kadang sulit dilakukan.
Penataan ruang kota sering berbenturan dengan kepentingan, terutama kepentingan ekonomi warga kota sendiri. Sungguh sulit apabila idealisme berhadapan dengan masalah perut yang keroncongan karena lapar..

Saudara dan teman..
Di sinilah letak pentingnya untuk kita..untuk meningkatkan kesadaran..
Bahwa kita punya hak memiliki kota
Bahwa kita pantas memiliki….
ruang terbuka kota yang indah, nyaman dan aman
Bahwa kita bisa berbagi ruang dengan pejalan kaki, pedagang, area parkir, dan sebagainya..

Pada akhirnya tanggung jawab terletak pada kita semua
Dimulai dari hal-hal kecil,
Membangun sesuai garis sempadan yang ditetapkan
Tidak sembarangan meletakkan papan reklame..
Tidak sembarang menebang pohon..
Untuk menjaga dan memelihara ruang kota,
paling tidak jangan merusaknya..

Bagaimana, setuju?



Rabu, April 01, 2009

Rumah Buku, Jangan Biarkan Punah !

Buku merupakan jendela ilmu pengetahuan,
Begitukah menurut pandangan anda ?
Ataukah kini buku sudah tergantikan internet?


Melalui buku tercermin sejarah, kekinian, serta masa depan peradaban serta tingkat kebudayaan manusia yang terus berubah.

Kecenderungan untuk meninggalkan budaya membaca…
terutama dipengaruhi oleh terpaan era komunikasi global yang menghadirkan kemudahan mendapatkan informasi serta hiburan.

Meskipun buku-buku modern, yang bisa didapatkan serba virtual dan elektronik…semacam e-book gituu… sudah banyak tersedia di internet..
Namun tahukah anda..
Bahwa kenikmatan membaca buku konvensional,
seperti membuka, mengusap, menggenggam, mencium buku..
tidak atau belum akan tergantikan oleh buku elektronik

Kurangnya “wadah” untuk melestarikan dan memelihara budaya membaca, yang tidak hanya menawarkan komunikasi searah dari sisi komersialisme industri : jual-beli, merupakan sebuah tantangan.


The House of Books mencoba menjawab tantangan tersebut. Ia menjadi wadah yang menawarkan komunikasi multi arah antara produsen, pengarang, buku itu sendiri, serta masyarakat umum.

“Rumah buku” ini merupakan sarana bagi masyarakat umum sebagai media pengenalan, apresiasi serta pelestarian budaya membaca, sekaligus juga media pemasaran bagi produsen, serta media yang menampung dan menyalurkan kreatifitas dan karya para pengarang.

Berawal dari hal tersebut, proses pengkomunikasian yang ada dalam the house of books ini merupakan proses penggalian makna, esensi dari buku dan kegiatan yang terkait dengannya ke dalam arsitektur. Buku sebagai cerminan budaya manusia, dalam arsitektur bertransformasi menjadi bentuk 3 dimensi yang akan melibatkan seluruh indera kita untuk melihat, meraba, merasakan, dan akhirnya memahaminya dari sudut pandang yang baru.

Tanpa meninggalkan aspek fungsionalnya, bentuk dan ruang the house of the books menjadi sebuah karya yang berbicara dan menyampaikan pesan-pesannya sebagai refleksi budaya menghargai buku.

Semoga tulisan mengenai rumah buku ini bisa menginspirasi anda untuk membuat karya..
Menjadi ide karya tulis atau skripsi mungkin..
Atau bahkan sebagai konsep bisnis baru anda ?

Semoga saja..



Selasa, Maret 31, 2009

Tropiskan Rumah Anda

Mengapa manusia perlu membangun rumah?
Anda tidak akan bisa tidur kalau kita kehujanan bukan?
Pasti kita tidak tahan bekerja lama
bila terkena terik matahari langsung dan udara panas..

Ya…kita membuat bangunan atau rumah untuk berlindung dari kondisi iklim yang tidak mendukung kegiatan keseharian….
Kita memerlukan kenyamanan untuk beraktifitas, bagaimanapun kondisi iklimnya.

Iklim Tropis
Merencanakan atau membangun rumah tinggal tidak bisa terlepas dari pertimbangan kondisi iklim dan lingkungan setempat.

Kita yang hidup di Indonesia tercinta ini,
berada dalam daerah beriklim tropis….
Iklim tropis hanya mengenal dua musim, yaitu musim panas (kemarau)
dan musim hujan…

Sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun, terutama pada musim panas merupakan anugerah alam tersendiri bagi kita, betul?
Tapi intensitas sinar matahari dan panasnya suhu udara yang berlebihan, akan membuat rumah kita terasa tidak nyaman.

Begitu juga curah hujan yang melimpah, membuat lingkungan kita segar, hijau dan alami, karena tanaman dan pepohonan tumbuh lebih banyak dan lebih hijau..
Namun seberapa sering hujan
membuat atap atau genteng rumah anda bocor?
Membuat dinding rumah anda lembab dan berjamur karena rembesan air?
Tentunya bukan suatu kenyamanan
berada di dalam rumah yang lembab dan bocor..


Rumah Tropis, apaan sih?
Jangan keliru dengan gaya arsitektur ya.. Rumah tropis bukanlah langgam atau gaya. Karenanya rumah tropis bisa saja hadir dalam bermacam gaya baik gaya arsitektur tradisional maupun modern.

Dimanapun rumah dibangun, pemecahan atas masalah yang timbul karena kondisi iklim merupakan hal mendasar dan wajib untuk dipenuhi.
Jadi rumah tropis bisa dipahami sebagi rumah yang dirancang sedemikian rupa, sehingga mampu memberikan kenyamanan untuk beraktifitas serta melindungi penghuninya dari permasalahan yang ditimbulkan iklim tropis.


Syarat Kenyamanan pada Rumah Tropis?
Kenyamanan Thermal
Kenyamanan yang dicapai terutama dipengaruhi oleh kondisi udara di dalam rumah atau sekitar yang tetap sehat, tidak panas alias kegerahan, tidak dingin alias menggigil, dan tidak lembab.

Sirkulasi alias pergerakan pergantian udara yang sehat dan bersih, dalam arti segar, tidak berdebu, tidak berbau, tidak kotor dan berkuman, mutlak diperlukan.

Apabila kondisi udara alami di sekitar rumah anda masih baik, penyelesaian teknisnya dapat ditingkatkan misalnya dengan :

  • Pemilihan bahan konstruksi terutama pada atap dan dinding yang sifat penerus panasnya kecil.
  • Aplikasikan ventilasi silang sehingga pergerakan udara atau angin yang berhembus dapat mengusir udara yang panas atau lembab.
  • Pada ruang-ruang yang tinggi dan luas udara dapat leluasa bergerak sehingga suhu ruang akan senantiasa sejuk. Jarak dari lantai ke langit-langit minimal 2,75 meter.
  • Jangan pelit dengan ukuran jendela atau ventilasi. Pilih desain yang fleksible (buka tutup) atau jalusi/krepyak sehingga dapat memaksimalkan pergerakan udara.
  • Buat taman yang bisa diakses di ruang dalam.

Jika kondisi udara alami di sekitar rumah anda kualitasnya kurang baik, maka disarankan untuk menggunakan sistem pergantian udara buatan alias AC.

Kenyamanan Visual
Kenyamanan visual dalam sebuah rumah erat kaitannya dengan sistem pencahayaan. Untuk mencapai kenyamanan visual kita bisa menggabungkan antara pemanfaatan pencahayaan alami (sinar matahari) dan penggunaan penerangan buatan (lampu).

Tujuannya agar dalam rumah tinggal anda tiap ruangnya mendapat pencahayaan cukup, tidak silau, karena intensitas pencahayaan memadai dan nyaman untuk melakukan aktifitas.

Penerapan pemanfaatan sinar matahari misalnya dengan memperhatikan tata letak dari bukaan-bukaan yang memperhatikan arah lintasan matahari, sehingga dapat menentukan intensitas cahaya yang tepat untuk ruang dalam.

Teritisan lebar atau kanopi pada jendela, selain bisa menghalangi tampias air hujan, juga dapat menghalau efek silau dan panas dari sinar matahari langsung.

Jangan lupa maksimalkan potensi cahaya alami dan gunakan pencahayaan buatan seperlunya, agar rumah anda hemat energi.

Kenyamanan Audio
Kenyamanan audio dicapai bila suasana dalam rumah tenang dan tidak bising, sebatas suara yang timbul dari luar berada dalam taraf yang tidak mengganggu.

Tingkat kebisingan maksimum yang bisa ditoleransi dalam ruang dalam rumah adalah 30 – 50 dB (decibel).

Penanggulangan terhadap kebisingan dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Pengaturan tata letak ruang, misalnya ruang tidur jangan ditempatkan dekat dengan sumber kebisingan.
  • Apabila kondisi tidak memungkinkan, kurangi kebisingan dengan penataan lansekap, atau memberi penghalang dengan penataan tanaman, pagar, dan pohon.
  • Gunakan tanaman perdu berdaun rapat. Efektifkan letaknya agar menghalangi kebisingan dari sumber suara ke arah bukaan/jendela. Perhatikan ketinggian pagar tanaman agar sesuai tujuan dan estetikanya.
  • Pintu depan rumah anda tidak harus menghadap ke jalan.
  • Penggunaan konstruksi dan bahan yang yang dapat mengurangi atau menyerap kebisingan, misalnya karpet, dinding tebal.


Akhirnya, semoga pengetahuan anda mengenai rumah tropis bisa bertambah. Dan jadikanlah rumah anda rumah tropis, apapun gaya arsitektur yang anda terapkan..

See u soon.

Senin, Maret 30, 2009

Konsep Rumah Minimalis


Rumah Minimalis…
Istilah yang sudah sangat akrab dengan telinga kita bukan?
Pernahkah anda mencermati desain rumah dengan desain serba kotak, polos, garis-garis tegas, dinding transparan, bukaan luas serba persegi?
Ya.. gaya arsitektur rumah minimalis memang sudah menjadi trend yang berkibar di tahun-tahun terakhir.

Gaya ini dilatarbelakangi terutama oleh kehidupan masyarakat perkotaan, dimana segala sesuatunya cenderung dituntut serba fungsional, sederhana namun efisien.

Bagi sebagian besar orang gaya arsitektur minimalis menjadi pilihan yang tepat, seiring dengan kehidupan yang serba modern dan simple tersebut.
Istilah kerennya hari gini modern living gitu..


Apa sih Gaya Minimalis ?
Sesuai dengan namanya minimalis, maka semuanya serba minimalis, baik bentuk, ruang, serta bahan yang digunakan.

Meskipun begitu pada prakteknya biaya pembangunan rumah minimalis bisa lebih mahal dibanding rumah biasa. Itu terjadi karena rumah minimalis menuntut presisi serta finishing yang sempurna.

Idealnya, konsep minimalis murni bertujuan meminimkan fungsi rumah, berikut fungsi ruangan di dalamnya. Minimalis menawarkan segala sesuatu serba satu fungsi. Jadi ruang-ruang dalam rumah hanya menawarkan satu fungsi saja.

Rumah minimalis murni memiliki interior dan eksterior yang serba simple, datar, bersih, dan rata. Mungkin bagi sebagian orang rumah minimalis berkesan dingin dan tidak komunikatif karena tidak banyak terdapat aksen dan elemen dekoratif serta minim ornamentasi.

Inilahlah yang coba diusung oleh konsep minimalis.
Fungsional, simple, cenderung bersih dan meninggalkan ornamentasi.
Bangunan dalam konsep minimalis selalu berangkat dari ketiga hal di atas.

Pada akhirnya pilihan ada pada anda, terpulang pada gaya hidup dan kebiasaan anda sehari-hari. Karena gaya arsitektur rumah pada hakikatnya adalah wadah dan cermin dari pribadi dan hidup anda.

Saya siap membantu mendesainkan rumah anda :))

Minggu, Maret 29, 2009

Sebelum Membangun Rumah Anda...



Siapa sih yang ngga butuh rumah?
Seperti apa sih angan-angan rumah impian anda? Apakah di perkotaan? Dekat dengan pusat keramaian?
Apakah di pedesaan, dekat dengan alam dan pemandangan indah?
Bagaimana bentuknya? Apakah anda menyukai yang tradisional?
Ataukah bentuk dan gaya masa kini?

Tapi apa sih pengertian rumah itu?
Rumah tinggal adalah suatu bentuk arsitektur yang paling dekat dengan hidup kita sehari-hari.
Dalam konsep ruang, rumah adalah ruang tertutup yang dibatasi oleh lantai, dinding dan atap. Rumah itu sendiri terdiri dari beberapa ruang yang mewadahi fungsi-fungsi kegiatan penghuninya.

Rumah tinggal ibarat bingkai foto keluarga anda,
dia mewakili mimpi, jiwa, pemikiran serta gaya hidup anda..

Jadi kalau dana anda sudah terkumpul…
Terus ada niatan untuk membeli atau membangun rumah
JANGAN TERBURU_BURU untuk memutuskan…

Pastikan dulu seperti apa rumah yang paling cocok untuk anda dan keluarga.
Jangan ikut-ikutan trend dan atau mudah terpengaruh bujuk rayu para pengembang, karena suatu rumah yang cocok bagi orang lain,
belum tentu cocok bagi anda..
Kenapa?
Karena anda dan keluarga adalah unik, jadi anda dan keluarga juga pasti membutuhkan rumah yang mewadahi dan mengekspresikan keunikan anda dan keluarga..

Saran saya sih sebelum beli atau bangun rumah
Anda harus punya studi kecil-kecilan untuk mendapatkan gambaran bagaimana rumah yang ideal untuk anda dan keluarga..
minimal anda perlu baca buku atau majalah yang membahas tentang rumah

Kalau ingin mempersingkat waktu,
anda bisa melakukan konsultasi dengan arsitek seperti saya
(sukur-sukur mau ngasih order.. lho kok malah promosi)

Oke kita lanjut aja pemirsa..
Singkatnya… ada beberapa hal penting yang harus kita

Pertimbangkan sebelum membeli atau membangun rumah..
1. D a n a
Kesiapan dana sangat menentukan…
Tentu tidak ada masalah apabila anda yang seorang jutawan atau hartawan…
Yang kerapkali menjadi masalah…
adalah ketika kita harus memadukan (bukan mengorbankan)
antara idealisme dengan keterbatasan dana yang anda miliki.
Disinilah letak pentingnya perencanaan. Sekali lagi Perencanaan.


Prinsip ekonominya adalah...
bagaimana dengan menggunakan dana yang tersedia
kita bisa mewujudkan rumah yang ideal.

Jangan abaikan perencanaan rumah anda karena alasan keterbatasan dana.

Justru karena dana terbatas, kita harus lebih cermat berencana.. Setuju?

Ya.. jangan sampai karena asal beli atau asal bangun rumah..
Di kemudian hari kurang ini.. kurang itu..
Ketika punya uang lebih renovasi ini… renovasi itu..
Hasil akhirnya rumah anda… acak-acakan dan tidak bergaya..
Lebih parah lagi tidak nyaman ditempati.

Saya tegaskan.. yang seperti itu bukan rumah impian anda.
Anda semua jelas layak mendapat yang terbaik.
Jadi sekali lagi..
Rencanakan.

2. P e r s i a p a n
Berikutnya adalah pemilihan lokasi.

Anda yang ingin memiliki rumah peristirahatan tentu tidak akan memilih lokasi di pusat kota bukan?
Atau apakah anda yang membutuhkan rumah yang dekat dengan tempat kerja dan pusat ekonomi kota?
Kalau anda merasa lebih nyaman hidup dalam lingkungan perumahan, pilihlah tanah kavling perumahan.
Lakukanlah survey untuk mendapatkan
informasi sebanyak mungkin mengenai lokasi yang akan anda pilih.

Buatlah checklist atau daftar persyaratan lokasi anda.

  • Harga tanah dan prospeknya sepuluh tahun ke depan
  • Riwayat lokasi (apakah bekas rawa, kuburan, tempat pembuangan sampah, dan lain-lain..)
  • Keamanan (longsor, tanah bergerak atau sesar gempa, banjir, sengketa, dan lain-lain..)
  • Transportasi dan Mobilisasi (apakah lokasi dapat diakses kendaraan roda empat, dekat dengan transportasi umum, dekat dengan akses tol, dan apakah kondisi jalan cukup baik?)
  • Fasilitas (apakah di lokasi sudah terdapat jaringan listrik, PDAM atau sumber air tanah yang baik, komunikasi–termasuk jaringan telepon dan sinyal)
  • Fisik (pastikan lokasi adalah lahan yang matang, dalam arti kondisi tanah harus kering dan keras, posisi lahan minimal rata dengan jalan. Hal ini untuk menekan pengeluaran anggaran yang sebenarnya bisa dihindari, misalnya : biaya pengurugan lahan, biaya pembuatan pondasi ekstra akibat kondisi tanah lembek karena lahan bekas pesawahan)
  • Tidak kalah pentingnya untuk mengetahui legalitas lokasi. Pastikan bahwa surat-surat atau sertifikat tanah lengkap dan tidak berada dalam masalah atau sengketa.
  • Cari informasi mengenai peraturan daerah setempat mengenai izin peruntukan lahan dan izin mendirikan bangunan (IMB)
  • Oya teman dan saudara.. tambahkan checklist anda sendiri untuk hal-hal lain yang anda anggap perlu. Dan jangan sampai anda mendapatkan informasi dari satu pihak saja..
    Carilah informasi atau pendapat kedua mengenai lokasi yang anda bidik.

    Karena mungkin saja anda mendapatkan informasi dari penjual yang hanya memberikan gambaran yang baik-baik saja..
    Jadi berhati-hatilah. Jangan lupa Second Opinion.

    3. P e r e n c a n a a n
    Desain sebuah rumah hendaknya berangkat dari kesiapan anggaran.
    Gambaran sederhananya seperti ini..

    • Bila diasumsikan anda telah memiliki lahan untuk membangun rumah.
      Dan 1 m2 bangunan rumah tinggal membutuhkan biaya 2,75 juta.
      Sedangkan anda memiliki dana 150 juta.
      Maka suruhlah saya (:P) atau arsitek anda untuk
      membuat desain rumah dengan luasanlantai 45 m2 s.d. 50 m2.

    Buatlah desain rumah meliputi gambar kerja, gambar 3 dimensi, beserta rencana anggaran biayanya untuk memudahkan anda membayangkan hasil akhirnya serta menjadi panduan anda untuk mengontrol ketika melaksanakan pembangunan.

    Merencanakan wujud fisik dan bentuk rumah tinggal tidak terlepas dari aspek fungsional dan aspek konsepsual.

    Aspek fungsional meliputi tuntutan dan kebutuhan ruang.
    Pada umumnya dalam sebuah rumah anda membutuhkan teras, ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, ruang makan, dapur, dan kamar mandi.
    Sedangkan kebutuhan ruang yang unik misalnya ruang musik, perpustakaan, ruang kerja, ruang doa atau mushola, bahkan ruang untuk usaha.

    Aspek fungsional juga meliputi pemakaian elemen rumah yang tepat dan tanggap terhadap kondisi iklim setempat.
    Artinya desain rumah tinggal yang baik selalu berpijak pada nilai kenyamanan yang baik….
    Yang didapat dari keberhasilan pengolahan arsitektural (dalam hal ini elemen bangunan rumah tinggal) terhadap potensi iklim…….
    seperti cahaya matahari, suhu dan kelembaban udara, angin dan sirkulasi udara, curah hujan setempat, dan lain lain.
    Misalnya saja penggunaan desain jendela yang besar untuk memaksimalkan potensi pemandangan alam sekaligus melancarkan sirkulasi udara alami ke dalam rumah.

    Sedangkan aspek konsepsual berkaitan dengan konsep, ide, serta jalan pemikiran yang mendasari terbentuknya wujud fisik dan atau penerapan gaya arsitektur tertentu pada sebuah rancangan rumah tinggal.
    Misalnya saja bentuk rumah tinggal dengan gaya tradisional jogja, atau rumah tinggal modern dengan gaya minimalis…


    Atau anda mungkin seorang yang berimajinasi tinggi dengan ide-ide yang cukup gila..
    Cukup beranikah anda untuk membayangkan rumah anda bagai pesawat terbang yang siap lepas di landas pacu..
    Cukup beranikah anda untuk membayangkan rumah anda bagai susunan mesin mesin motor balap..
    Cukup beranikah anda untuk membayangkan rumah anda bagai tumpukan puzzle yang saling berkaitan..

    Ya… bebaskan imajinasi anda
    Jadikanlah rumah anda unik
    Jadikanlah rumah anda lain daripada yang lain
    Jadikanlah rumah anda lebih bernilai
    Pilihlah ide desain yang mencitrakan diri anda dan keluarga
    Jangan lupa konsultasikan dengan ahlinya
    Agar ide anda dapat diterapkan dalam bentuk arsitektur yang tepat dan benar..

    Sampai jumpa di tulisan berikutnya..

    Sabtu, Maret 28, 2009

    Mewujudkan Rumah Impian ?



    Pernahkah terlintas dalam benak anda…..
    Ketika muncul kesadaran bahwa kita semua
    Membutuhkan sebuah RUMAH ?


    Sebuah tempat yang nyaman dan indah untuk kita tempati.
    ....Tempat dimana kita melepaskan penat setelah bekerja seharian.
    ....Tempat dimana kita berbagi tawa dan tangis dengan orang tercinta.
    ....Tempat dimana kita berlari dan sembunyi dari kerasnya hidup.
    ....Tempat dimana kita mengumpulkan kekuatan dan menyembuhkan diri.
    ....Tempat dimana kita melahirkan generasi baru, dan membesarkannya.
    ....Tempat dimana kita hidup, tumbuh dan berkembang.

    Kenyataannya adalah meski Sang Pencipta tidak pernah menarik uang sewa karena kita tinggal di tempat ciptaanNya. Keserakahan manusia membuat kita harus membayar atas hak kita sendiri….

    Ya…. kita harus membayar untuk memiliki sepetak tanah atau sebuah rumah impian kita. Kita membutuhkan alat tukar untuk memilikinya.
    Tak lain dan tak bukan alat tukar itu adalah UANG.


    DENGAN CARA BAGAIMANA ANDA MENGHASILKAN UANG?
    (Ringkasan bebas dari Rich Dad Poor Dad - Robert T. Kiyosaki)
    • E = EMPLOYEE (pegawai). Adalah orang yang menghasilkan dengan mempunyai pekerjaan dan bekerja untuk orang lain atau sebuah perusahaan. Contohnya adalah anda yang bekerja sebagai karyawan bank swasta misalnya..

    • S = SELF EMPLOYEE (pekerja lepas/freelance). Orang-orang S mendapatkan uang dengan bekerja untuk diri sendiri. Contohnya adalah anda yang menjadi seorang dokter yang membuka praktek pribadi, mendirikan kantor, dan membuat daftar klien pribadi. Atau anda yang menjadi seorang penulis freelance, desainer atau juru gambar yang mengerjakan pekerjaan lepas.

    • B = BUSINESS OWNER (pemilik bisnis). Adalah orang yang memiliki usaha yang menghasilkan uang. Cirinya usaha ini memiliki suatu system yang bekerja otomatis dan pemilik bisnis tidak selalu harus ada untuk membuat usahanya berjalan. Apakah anda seorang pemilik waralaba rumah makan? Klinik dan apotik? Ataukah anda memiliki bisnis online yang selalu menghasilkan? Kunjungi http://www.formulabisnis.com/id?=FE_Gumilar

    • I = INVESTOR (penanam modal). Adalah orang yang mendapat uang dari berbagai investasi mereka. Dengan kata lain uang menhasilkan uang yang lebih banyak. Contohnya adalah anda yang menanamkan modal atau menjadi investor dalam bisnis orang lain, atau dalam bursa saham, dan real estate.

    Kabar baiknya adalah kita semua berpotensi memperoleh penghasilan dari keempat bidang/ kuadran tersebut. Jadi…. di kuadran mana anda berada dalam memperoleh penghasilan utama anda?


    MENYADARI ASSET TERBESAR DALAM HIDUP ANDA
    Sadarilah…Aset terbesar Anda bukanlah rumah atau mobil Anda,
    tetapi diri Anda sendiri.


    Makanya mulai sekarang, dari hari kehari buatlah waktu anda semakin berharga dengan berkarya dan terus berkarya. Buat diri kita berguna bagi orang banyak, apapun pekerjaan anda sekarang.

    Buatlah orang menyadari bahwa kita berguna bagi mereka.
    Dengan sendirinya waktu kita (baca: asset kita) akan bertambah tinggi nilainya.
    Dan siapa tau nanti malah muncul penawar-penawar tertinggi untuk waktu yang kita habiskan… iya ngga?

    Apakah anda punya pendapat lain ?